Kamis, 15 April 2021

My job my story

 Sedikit bercerita tentang kerjaan saya saat ini, tidak terasa  kurang lebih setahun, saya bekerja dan bergelut di dunia perkebunan kelapa sawit

Jadi pada tahun 2019 pertengahan, sekitar 2 bulan setelah saya wisuda, saya mengapply sebuah loker perkebunan di daerah Kalimantan.. setelah beberapa bulan menunggu bahkan saking lamanya, loker tersebut hampir terlupakan. Puji Tuhan, saya dapat email yang isinya bahwa saya diterima...Nah beberapa proses yang sudah dilewati, akhirnya tibalah saatnya yaitu pada tanggal 18 Januari 2020 saya berangkat ke tanah Borneo, banyak pertimbangan sih sebelum saya memutuskan untuk berangkat, tapi demi membahagiakan orang tua dan keluarga, tekad saya pun bulat untuk berangkat. Kurang lebih satu hari perjalanan, tanggal 19 Januari 2020, akhirnya saya tiba di Kalimantan, tepatnya daerah Kalimantan Tengah, disinilah saya ditraining secara fisik dan mental selama 2 bulan bersama dengan 29 teman saya yang lain, yang kebetulan semua berasal dari Sumatera Utara. Setelah 2 bulan masa training fisik dan mental, kelulusan kami pun diumumkan dan 4 diantara kami tidak lulus ke tahap selanjutnya yaitu tahap OJT ke site (di kebun atau masing -masing anak perusaannya).

Singkat cerita saya pun mendapatkan penempatan OJT di daerah Kalimantan Timur di salah satu pabrik kelapa sawit , disana saya menjalani OJT selama 4 bulan lamanya. 

Meskipun 4 bulan, tapi banyak hal atau moment moment yng sudah saya lewati (tidak perlu dipaparkan). 

Oiya, bercerita tentang masa masa OJT, disinilah saya benar benar merasakan kehidupan dikebun seperti apa, awalnya bertentangan dan tidak seperti apa yang saya bayangkan.. namun seiring berjalannya waktu saya bisa menjalani meskipun hampir setiap harinya menggerutu dan serasa tidak ikhlas. Sekarang hampir satu tahun saya sudah tinggal dikebun, jujur kalau melihat situasi dan kondisi saya tidak pernah membayangkan dan benar benar diluar ekspektasi saya sebelumnya. Mungkin kalau bukan karena faktor ikatan dinas  dan malu, tidak jarang niat untuk kabur terlintas dibenakku. Ketika niatan itu muncul yang terbayang di pikiran saya adalah mamak bapak  dan rumah saya . Sehingga tak jarang juga saya merasa bodoh sendiri dengan apa yang sedang jalani.  Masih banyak hal lagi yang ingin saya ceritakan tetapi saat ini masih kondisi fase pendalaman dan pemahaman atau peneyesuaian terhadap kondisi kerja dan menunggu sampai dimana keluhan keluhan yg hampir tiap hari melintas dibenak saya ini padam dan hilang. Karena saya percaya dengan kerjaan dan kondisi yg sedang saya jalani saat ini bukan suatu hal kebetulan tetapi memang sudah rencana Yang Diatas. Dan saya yakin akan ada titik dan jawaban atas semua teka teki dari yang saya jalani ini... Intinya semangat dan sabar,, Bukan hari ini jawabannya, besok atau tahub depan...🙂


Rabu, 24 Oktober 2018

Contoh Essay untuk mendapatkan beasiswa


ESSAY
Perkenalkan nama Saya Lurinse M Saragih, saya mahasiswi Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jambi. Saya berasal dari Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Simalungun, Kecamatan Dolok Panribuan, Desa Dolok Parmonangan.
Dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga sederhana, kedua orang tua yang berprofesi sebagai petani yang bahkan tidak lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan harus menghidupi tujuh orang anak, serta tinggal disebuah pedesaan, sesungguhnya merupakan kenyataan yang akan saya banggakan pada semua orang.
Mungkin hal ini akan menimbulkan sebuah pertanyaan yang besar, yaitu: “apa yang perlu dibanggakan dari kehidupan yang jauh dari karakteristik kehidupan sejahtera ini?”. Pertanyaan ini akan dijawab oleh satu kata yang simpel yaitu “ pendidikan”. Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk  meningkatkan kemampuan intelektual dan ekonomi masyarakat. Hal inilah yang menjadi motivasi bagi diri saya untuk menempuh pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga kini menjadi seorang calon sarjana.
Saya juga aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Teknologi Industri Pertanian yaitu sebagai koordinator divisi Pendidikan dan Penelitian, sebagai Sekretaris dalam organisasi kelompok studi ditingkat Fakultas  yaitu Kelompok Studi Bimbingan Imanuel, panitia penyelenggara sekaligus peserta Aksi Sosial di kampus yaitu pengadaan Program Donor Darah, serta menjadi panitia dalam kegiatan Perkenalan Kehidupan Kampus, baik tingkat fakultas maupun jurusan.
 Keaktifan dalam organisasi, menurut pribadi saya, bertujuan mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif – inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial, dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, bahkan nasional. Bebarapa hal tersebut, merupakan susunan anak tangga yang akan menghantarkan saya untuk mencapai kesuksesan. Saya berencana menyelesaikan studi saya, paling lama dalam waktu 4 tahun.
Setelah itu, saya memiliki target untuk ikut membantu mengatasi permasalahan pangan dan ekonomi Indonesia dengan cara meningkatkan potensi modifikasi pangan dan pemanfaatan teknologi pertanian di Indonesia sesuai dengan  skill yang saya miliki dibidang teknologi industri pertanian.  Karena menurut saya, Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi, diantaranya Sumber Daya Alam yang melimpah, khusunya bidang agraris dan mampu menghasilkan potensi pangan. Hal tersebut memberikan peluang besar dan patut untuk diteliti serta dikembangkan untuk meningkatkan nilai jual, dan kualitas pangan. Sehingga, dapat mengurangi impor bahan pangan dari luar negeri serta meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia. Berangkat dari ilmu yang saya peroleh dari bangku kuliah inilah, memungkinkan saya, mewujudkan impian untuk memberikan peranan penting bagi bangsa Indonesia. Dan mewujudkan dimana, suatu saat nanti orang tua saya akan tersenyum bangga melihat prestasi yang saya raih.
Dengan adanya beasiswa ini, merupakan kesempatan bagi saya untuk bisa meringankan beban orang tua dalam segi biaya, dan juga sebagai penambah motivasi belajar saya, dan meningkatkan prestasi dalam perkuliahan serta meraih mimpi saya. Karena saya tahu, beasiswa diberikan  untuk mereka yang pantas mendapatkannya, termasuk saya. Hal ini dilihat dari segi keaktifan  saya sebagai mahasiswa dengan nilai IPK 5 semester yaitu 3,28. Hal tersebut membuktikan bahwa saya adalah mahasiswa aktif baik secara akademik maupun non akademik. Namun saya merasa, masih kurang dengan nilai yang saya dapatkan. Untuk itu, saya akan terus berusaha untuk bisa lebih meningkatkan prestasi  kedepannya . Demikian essay ini saya tulis dengan sebenarnya, terimakasih.

                                                                                                            Jambi, 15 April 2017
                                                                                               


  Lurinse M Saragih   

Senin, 21 Mei 2018

Lirik Haruskah Ku Mati - Marya Genova

Lirik Lagu Haruskah Ku Mati

bagaimana mestinya
membuatmu jatuh hati kepadaku
telah ku tuliskan sejuta mimpi
menyakitkanmu membalas cintaku

haruskah ku mati karenamu
terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
haruskah ku relakan hidupku
hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
hentikan denyut nadi jantungku
tanpa kau tahu betapa suci hatiku untuk memilikimu

adakah keikhlasan dalam palung jiwamu mengetukku
ajarkanmu bahasa perasaan hingga hatimu tak lagi membeku

adakah ruang di hatimu untukku yang mungkin bisa ku singgahi
hanya sekedar penyejuk di saat ku layu
ku setia menantimu hingga akhir masa ooh

(haruskah ku mati karenamu) ooh
(terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu) sepanjang waktuku
(haruskah ku relakan hidupku) haruskah ku relakan hidupku
(hanya demi cinta yang mungkin) bisa membunuhku
hentikan denyut nadi jantungku
tanpa kau tahu betapa suci hatiku untuk memilikimu ooh ooooh

lirik lagu hidup ini adalah kesempatan chord

Hidup adalah Kesempatan

Key: C

Bait :
       C   F          C
Hidup Ini Adalah Kesempatan
       Em   Am        D    G
Hidup Ini Untuk Melayani Tuhan
    C        Am        F                C
Jangan Sia-Siakan    Hidup Yang Tuhan Beri
       C    G        C
Hidup Ini Hanya Sementara

Reff :
     C     F        C
Oh Tuhan Pakailah Hidupku
    Am   C/G      D    G
Selagi  Aku Masih Kuat
  F          G
Bila Saatnya Nanti
   Em          Am
Ku Tak Berdaya Lagi
       C    G        C
Hidup Ini Sudah Jadi Berkat

Lirik Ed Sheeran - Perfect dan Terjemahan

 
Image result for ed sheeran
[Verse 1:]
I found a love for me
Aku temukan cintaku
Darling, just dive right in and follow my lead
Kasih, tempuhlah dan ikuti langkahku
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Nah, aku menemukan seorang gadis, cantik serta manis
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
Oh, aku tak pernah tahu kau seseorang yang menantikanku
'Cause we were just kids when we fell in love
Karena kita hanyalah anak-anak ketika jatuh cinta
Not knowing what it was
Tak mengerti itu
I will not give you up this time
Aku tak akan membiarkanmu menyerah kali ini
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
Tapi kasih, ciumlah aku perlahan, perasaanmulah segala yang kupunya
And in your eyes you're holding mine
Dan dalam tatapanmu kaulah milik ku
[Chorus:]
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Sayang, aku menari dalam kegelapan bersamamu di pelukan
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
Tak beralas kaki di rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
Saat kau berkata kau tampah kacau, aku berbisik dengan pelan
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Tapi kau mendengarnya, kau terlihat sempurna malam ini
[Verse 2:]
Well I found a woman, stronger than anyone I know
Ya aku temukan wanita, lebih tangguh dari siapapun yang kukenal
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
Dia mimpinya sama denganku, aku berharap kelak aku bisa satu rumah
I found a love, to carry more than just my secrets
Aku temukan cinta, untuk membawa lebih banyak dari sekedar rahasiaku
To carry love, to carry children of our own
Tuk membawa cinta, tuk membawa anak-anak kita sendiri
We are still kids, but we're so in love
Kita masih anak-anak, tapi kami begitu mencintai
Fighting against all odds
Berjuang hadapi segala rintangan
I know we'll be alright this time
Aku tahu kita akan baik-baik saja saat ini
Darling, just hold my hand
Kasih, peganglah tanganku
Be my girl, I'll be your man
Jadilah kekasihku, aku akan jadi kekasihmu
I see my future in your eyes
Aku lihat masa depanku di matamu
[Chorus:]
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Sayang, aku menari dalam kegelapan bersamamu di pelukan
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
Tak beralas kaki di rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
Saat kau berkata kau tampah kacau, aku berbisik dengan pelan
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Tapi kau mendengarnya, kau terlihat sempurna malam ini


[Instrumental]
[Chorus:]
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Sayang, aku menari dalam kegelapan bersamamu di pelukan
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
Tak beralas kaki di rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita
I have faith in what I see
Aku berkeyakinan dengan yang kulihat
Now I know I have met an angel in person
Kini aku tahu, aku tlah bertemu malaikat berwujud manusia
And she looks perfect, no I don't deserve this
Dan dia terlihat sempurna, tidak, aku tak layak
You look perfect tonight
Kau terlihat sempurna malam ini

15 Agustus 2014

Perkenalkan namaku Lurinse M Saragih, aku lahir di Provinsi Sumatera utara, dan aku berasal dari Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kami tujuh bersaudara,  aku anak yang kelima. Sekarang aku duduk dibangku kuliah tepatnya di Universitas Jambi jurusan Teknologi Industri Pertanian. Oiya, kali ini aku hanya sekedar kilas balik (flashback) tentang awal perasaanku pada saat keberangkatanku ke daerah dimana aku menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi yaitu ke Provinsi Jambi.sebenarnya ini sudah lama terlintas dibenakku, namun entah kenapa baru kali ini, baru ada niat untuk menuangkannya dalam sebuah tulisan pengalaman pribadi.
 Berikut ceritanya...............
Sekitar kurang lebih 4 tahun silam, tepatnya tanggal 15 Agustus 2014, menjadi tanggal yang sangat berkesan atas momen yang perdana aku alami seumur hidup. Entah kenapa tanggal ini selalu melekat dalam benak saya. Bahkan seakan - akan tanggal ini sudah seperti tanggal lahir, dimana sebuah tanggal yang siapa pun tidak pernah bisa lupa akan hal tersebut. Memangnya apa yang terjadi pada tanggal itu ya?? 
Sebenarnya bagi sebagian orang momen yang seperti aku alami pada tanggal tersebut adalah momen yang biasa aja, yaa,,, tidak ada spesial - spesialnya. Tapi bagiku momen ini adalah momen yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup. Dimana pada tanggal 15 Agustus 2018 aku pertama sekali berpisah dengan kedua orang tuaku. Memang hal yang wajar, usiaku juga saat itu sudah tergolong usia dewasa. Saat itu aku berusia kurang lebih 18 tahun, namun entah kenapa memang saat itu seakan - akan aku belum siap untuk hidup berpisah jauh dengan keluargaku, saudara - saudaraku khususnya kedua orang tuaku tercinta. Namun, aku berpikir semua demi masa depanku....dan akupun sedikit agak ikhlas untuk melakukannya.Terlebih mengingat proses keberangkatanku, yang sangat mengharukan bagiku. Dan saat itu juga menunjukkan betapa besar kasih sayang seluruh anggota keluargaku terhadapku, betapa besar kasih sayang kedua orang tuaku terhadapku. Mereka sangat mendukung apa yang telah aku dapatkan, dan membuatku berkomitmen, apa yang kupilih  harus aku  selesaikan. 
Lambaian tangan ibuku, pada saat memberangkatkan aku ke negeri orang yang tak kuasa menahan rasa sedih dan terharu yang sudah tidak karuan. Aku harus menginjakkan kaki di negeri orang untuk menuntut ilmu. 
Namun entah kenapa aku baru menyadari, ternyata kepergianku pada tanggal 15 Agustus 2014 silam, adalah awal dimana aku tidak akan tinggal bersama lagi dengan keluargaku khususnya kedua orang tuaku untuk seterusnya, bahkan mungkin untuk selamanya. Aku juga berpikir ternyata sejak saat itu juga aku telah memiliki hidup baru yang harus aku jalani sendiri tanpa kehadiran orang tuaku. Memang mereka selalu terlibat, namun tidak seintens ketika tinggal bersama dengan mereka. Jika di bayang - bayangkan ternyata aku hidup dengan kedua orang tuaku lebih intim, hanya sekitar 18 tahun, selebihnya jika Tuhan mengizinkanku untuk menginjakkan dibumi ini dengan umur yang panjang seperti yang diinginkan  orang - orang pada umumnya. Maka aku harus menjalaninya, mungkin dengan keluarga baruku kelak, yang pastinya bukan dengan kedua orang tuaku lagi. Dan yang aku pikirkan saat ini, hanya doa yang bisa aku panjatkan kepada Tuhan, agar mereka selalu dalam penyertaannya. Karena aku tau kasih sayang kedua orang tuaku tak terhingga sampai kumenutup mataku .

Kamis, 08 Februari 2018

who am i?

Usia 23 tahun, yaa.... bisa dibilang sudah cukup matang untuk mendefinisikan sebuah arti kehidupan. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan persepsi banyak orang yang mengatakan" usia 23 tahun itu, udah bisa menikah" ada juga yang mengatakan "usia 23 tahun itu sudah cukup dewasa". Nah, perlu diketahui itu perspektif orang yang berbedaa beda, wajar dan itu tidak jadi masalah, atau bahkan soal biasa mungkin. Karena, memang benar memandang sesuatu itu harus dari bebagai sisi. Apalagi berbicara tentang tingkat kedewasaan, menurut pandangan saya, atau pemikiran saya, tingkat kedewasaan seseorang itu tidak dapat dinilai hanya dari usia saja. Apalagi kedewasaan untuk jenjang pernikahan, karena terkadang ada orang menikah diusia muda yaitu masih tergolong belasan tahun, namun iya cukup dewasa dalam menjalankan bahtera rumahtangganya. Namun, bisa terjadi sebaliknya, ada orang menikah diusia bisa adibilang sudah cukup matang untk menjalani namanya pernikahan. Tetapi, tidak jarang terjadinya keributan, percekcokan dalam rumahtangganya, bahkan ada yang berakhir di meja sidang perceraian. 
      Menanggapai berbagai fenomena tersebut, menjadikan kita untuk berpikir lebih luas dalam mendefinisikan arti kata dewasa. Salah satu yang tidak pernah ketinggalan, dari segala yang berhubungan dengan tingkat kedewasaan adalah tentang percintaan dan karier. Kedua hal tersebut seringkali diidentikkan dengan tingkat kedewasaan. Zaman sekarang berpacaran bukan lagi sesuatu yang asing bagi kita, karena seperti kita ketahui, pacaran kini sudah tidak mengenal batas usia. 
           Saat ini, dapat dikatakan, kebanyakan  orang ketika sudah mengenal namanya dunia digital, tak lekang dengan namanya "berpacaran". Bahkan mungkin sosok yang belum mengerti arti kata "berpacaran" sudah menjalani jenjang tersebut. Sehingga tidak sedikit terjadi kasus menikah muda, married by accident, putus sekolah. Hiruk pikuknya perkembangan teknologi saat ini menjadikan kita untuk mampu lebih mengenal diri kita lebih dalam dan berpikir " Who am I?, Layakkah aku ada disitu?, layakkah aku melakukan hal tersebut?, apa yang telah aku lakukan sudah benar?" . Terkadang tidak pernah terlintas dibenak kita pertanyaan pertanyaan seperti itu. 
           Sama halnya dengan jenjang karier, saat ini juga karir sudah tidak mengenal batas usia, baik diusia muda ataupun usia tua. Namun jika ketika diusia muda, seseorang sudah memiliki karier, itu merupakan suatu yang, yaaa,,,,sesuatu yang luar biasa. Karena saat ini dalam meniti karier, bukan seperti zaman dahulu, harus memiliki dasi, baju ala parlente. Perlu kita ketahui bahwa, pada saat ini karir tak diukur dari sebagaimana necis sesorang berpakaian.  Menurut saya,seseorang yang telah berkarir itu adalah ketika ia dapat menghasilkan uang sendiri dan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan bijak. Misalnya pemanfaatan teknologi yang bijak yaitu, ketika ia dapat menjadikan gadget yang ia miliki sebagai sumber penghasilan. Kemudian, ketika ia dapat mentransformasikan sesuatu itu menjadi income bagi hidupnya, namun masi diambang batas atau masih jumlah yang wajar, artinya tidak merugikan pihak  pihak tetentu.
          Penghasilan yang dimaksud tidak diukur dari seberapa besar jumlah uang atau pendapatan yang ia peroleh. Nah, jika ia masih berstatus seorang pelajar atau mahasiswa, juga tidak membatasi kita untuk meniti karir.  
 Jdai mari mulai saat ini kita buka mata lebar lebar, untuk menyikapi kedewasaan yang dimaksud. 

"NAMUN TIDAK SALAH UNTUK BERSIKAP DEWASA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN ZAMAN KHUSUNYA TEKNOLOGI YANG SUDAH MENYUSURI BERBAGAI KALANGAN" 

 Karena jika hal tersebut tidak dapat kita pegang, kita bukan sebagai pelaku perkembangan zaman namun kita akan menjadi BUDAK ZAMAN.

                                             **Terimakasih**