Kamis, 08 Februari 2018

who am i?

Usia 23 tahun, yaa.... bisa dibilang sudah cukup matang untuk mendefinisikan sebuah arti kehidupan. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan persepsi banyak orang yang mengatakan" usia 23 tahun itu, udah bisa menikah" ada juga yang mengatakan "usia 23 tahun itu sudah cukup dewasa". Nah, perlu diketahui itu perspektif orang yang berbedaa beda, wajar dan itu tidak jadi masalah, atau bahkan soal biasa mungkin. Karena, memang benar memandang sesuatu itu harus dari bebagai sisi. Apalagi berbicara tentang tingkat kedewasaan, menurut pandangan saya, atau pemikiran saya, tingkat kedewasaan seseorang itu tidak dapat dinilai hanya dari usia saja. Apalagi kedewasaan untuk jenjang pernikahan, karena terkadang ada orang menikah diusia muda yaitu masih tergolong belasan tahun, namun iya cukup dewasa dalam menjalankan bahtera rumahtangganya. Namun, bisa terjadi sebaliknya, ada orang menikah diusia bisa adibilang sudah cukup matang untk menjalani namanya pernikahan. Tetapi, tidak jarang terjadinya keributan, percekcokan dalam rumahtangganya, bahkan ada yang berakhir di meja sidang perceraian. 
      Menanggapai berbagai fenomena tersebut, menjadikan kita untuk berpikir lebih luas dalam mendefinisikan arti kata dewasa. Salah satu yang tidak pernah ketinggalan, dari segala yang berhubungan dengan tingkat kedewasaan adalah tentang percintaan dan karier. Kedua hal tersebut seringkali diidentikkan dengan tingkat kedewasaan. Zaman sekarang berpacaran bukan lagi sesuatu yang asing bagi kita, karena seperti kita ketahui, pacaran kini sudah tidak mengenal batas usia. 
           Saat ini, dapat dikatakan, kebanyakan  orang ketika sudah mengenal namanya dunia digital, tak lekang dengan namanya "berpacaran". Bahkan mungkin sosok yang belum mengerti arti kata "berpacaran" sudah menjalani jenjang tersebut. Sehingga tidak sedikit terjadi kasus menikah muda, married by accident, putus sekolah. Hiruk pikuknya perkembangan teknologi saat ini menjadikan kita untuk mampu lebih mengenal diri kita lebih dalam dan berpikir " Who am I?, Layakkah aku ada disitu?, layakkah aku melakukan hal tersebut?, apa yang telah aku lakukan sudah benar?" . Terkadang tidak pernah terlintas dibenak kita pertanyaan pertanyaan seperti itu. 
           Sama halnya dengan jenjang karier, saat ini juga karir sudah tidak mengenal batas usia, baik diusia muda ataupun usia tua. Namun jika ketika diusia muda, seseorang sudah memiliki karier, itu merupakan suatu yang, yaaa,,,,sesuatu yang luar biasa. Karena saat ini dalam meniti karier, bukan seperti zaman dahulu, harus memiliki dasi, baju ala parlente. Perlu kita ketahui bahwa, pada saat ini karir tak diukur dari sebagaimana necis sesorang berpakaian.  Menurut saya,seseorang yang telah berkarir itu adalah ketika ia dapat menghasilkan uang sendiri dan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan bijak. Misalnya pemanfaatan teknologi yang bijak yaitu, ketika ia dapat menjadikan gadget yang ia miliki sebagai sumber penghasilan. Kemudian, ketika ia dapat mentransformasikan sesuatu itu menjadi income bagi hidupnya, namun masi diambang batas atau masih jumlah yang wajar, artinya tidak merugikan pihak  pihak tetentu.
          Penghasilan yang dimaksud tidak diukur dari seberapa besar jumlah uang atau pendapatan yang ia peroleh. Nah, jika ia masih berstatus seorang pelajar atau mahasiswa, juga tidak membatasi kita untuk meniti karir.  
 Jdai mari mulai saat ini kita buka mata lebar lebar, untuk menyikapi kedewasaan yang dimaksud. 

"NAMUN TIDAK SALAH UNTUK BERSIKAP DEWASA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN ZAMAN KHUSUNYA TEKNOLOGI YANG SUDAH MENYUSURI BERBAGAI KALANGAN" 

 Karena jika hal tersebut tidak dapat kita pegang, kita bukan sebagai pelaku perkembangan zaman namun kita akan menjadi BUDAK ZAMAN.

                                             **Terimakasih**